Minggu, 28 Juni 2020

Essai mengenai diabetes mellitus

diabetes merupakan penyakit yang tidak mengenal usia berapapun umurnya mau muda maupun tua akan terkena diabetes jika berlebihan mengkomsumsi glukosa , oleh karena itu penting bagi kita untuk mengenal apasih diabets itu ? seberapa bahayanya? dan apa penyebab nya ?


PENDAHULUAN

Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang di sebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative. Diabetes mellitus dibagi menjadi 2 tipe yaitu diabetes mellitus tipe 1 atau IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus) jika insulin tidak aktif ,glukosa masuk ke dalam sel dengan akibat glukosa akan tetap berada di dalam pembuluh darah yang artinya kadar glukosa dalam darah meningkat. Sedangkan diabetes mellitus tipe 2 atau NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ) jumlah insulin cukup,mungkin malah lebih banyak tetapi  reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sensitif. Reseptor insulin ini diibaratkan sebagai lubang-lubang kunci pintu masuk ke dalam sel. (Arisman dan Soegondo,2009)

PEMBAHASAN

Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :

1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)
(Brunner dan Suddarth, 2002)

tipe-tipe diabetes :
1. Diabetes tipe I:
a. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons autoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.

2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga

Diabetes tipe I pada diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karna sel-sel beta pankreas telah diancurkanoleh proses autoimun. Hiperglikemia-puasa terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Disamping itu, glukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia postprandial (sesudah makan)

Diabetes tipe II. Pada diabetes tipe II terdapat dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu : resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor tersebut, terjadi suatu rangkaian reaksi dalam dalam metabolism glukosa di dalam sel. Resistensi insulin pada diabetes tipe II disertai dengan penurunan reaksi intrasel ini. Dengan demikian insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulus pengambilan glukosa oleh jaringan.
(Brunner dan Suddarth, 2002)

PENUTUP

kesimpulan
1. diabetes terbagi menjadi 2 tipe yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II
2. diabetes tipe I disebabkan oleh faktor disekitar
3. diabets tipe II disebabkan oleh riwayat keluarga/genetik
4. Penyakit diabetes ditandai dengan luka yang sulit mengering
5. Diabetes dapat menyerang siapa saja 


DAFTAR PUSTAKA
Arisman, (2011). Diabetes Mellitus. Dalam: Arisman, ed. Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas,  Diabetes                    Mellitus dan Dislipidemia. Jakarta: EGC, 44-54.
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar keperawtan medikal bedah, edisi 8 vol 3. Jakarta: EGC

Kamis, 19 Maret 2020

Kayu manis

Halo semua selamat datang di blog aku yang istimewa ini ~
Terimakasih buat kalian yamg udah mau mampir ke blog ku ya!!! Disini aku bakalan  bahas apasih kayu manis itu , apa jenis  zat yang  terkandung didalamnya, cara pembuatan, khasiat dan juga lainnya yang berkaitan dengan kayu manis ~
 yuk kita simak!!!




(www.merdeka.com)         (www.klikdokter.com)

 Kayu manis adalah salah satu tanaman yang bisa dijadikan tanaman herbal (cinamomun burmanii), kayu manis mengandung sinnamaldehida (60-70%) , sinamil asetat (5%) , kariofilen (1,4-3,3%) , benzil benzoat (0,7-1%) , eugeonol (0,8%) , p-cimene (0,6-1,2%) , dan a-pinene (0,2-0,6%). Kayu manis memiliki senyawa golongan flavonoid yaitu MHPC (methyhydroxy chalcone polymer) yang memiliki khasiat seperti insulin yaitu untuk mengaktivasi sintesis glikogen, meningkatkan ambilan glukosa, mengaktisivasi insulin reseptor kinase dan menghambat defosforilasi reseptor insulin. (tjahjani, Fenny, dan Felicia Onggirawan, 2003)
Kayu manis mempunyai kandungan senyawa kimia berupa fenol, terpenoid dan saponin yang merupakan sumber antioksidan  khasiat yang terkandung di dalam kayu manis yaitu bisa sebagai obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, hernia, asma, sariawan, susah buang air besar, dan diabetes melitus, sumber antioksidan, mengurangi peradangan, mengurangi risiko jantung, minuman kesehatan dengan rempah untuk mengurangi masuk angin, perasa makanan dan juga bisa berkhasiat untuk kecantikan . (Syarif, Suryotomo, & Soeprapto, 2015).
Kayu manis terdiri dari atas beberapa spesies dari genus cinamomum.genus ini merupakan anggota famili Lauraceae yang meliputi tumbuhan berkayu dengan bentuk daun tunggal, kulit batang pokok, cabang, dan ranting tanaman kayu manis menagndung minyak atsiri dan merupakan komoditas ekspor, kandungan minyak atsirinya tidak terbatas hanya pada kulitnya saja, tetapi hingga bagian tanaman lainnya (Qodir hadi dan Napitupulu, 2011)
Jenis kayu manis yang dijual dipasaran yaitu (1) cinamommi verum, jenis kayu manis ini berasal dari sri lanka, (2) cinamommi burmannii, jenis kayu manis ini berasal dari indonesia, (3) cinamommi loureiroi, jenis kayu manis ini berasal dari vietnam, (4) cinamommi aromaticum, jenis kayu manis ini berasal dari china, (5) cinamommi cullilawan, jenis kayu manis ini berasal dari ambon (Adam hussein, 2015).
Pemanfaatan kayu manis untuk (1) asam urat yaitu rebus 1 ibu jari kayu manis, 15 g jahe merah, 5 g biji pala, 5 butir kapulaga, 5 g bunga cengkeh, serta 4 lembar daun sosor bebek dalam 600 ml air sampai airnya tersisa 300 ml, saring air rebusannya, lalu diminum sekaligus satu kali sehari, (2) hernia yaitu rebus 1 ibu jari kayu manis, 15 g jahe merah, 5 g adas, 5 butir kapulaga1 jari pulasari dengan 800 ml air sampai airnya tersisa 400 ml, saring air rebusannya, lalu diminum sekaligus dua kali sehari (Harlana, 2008).


Terimakasih sudah mampir semoga bermanfaat ~


Referensi
Adam hussein, M. 2015. Pengobatan ruqyah dengan terapi kayu manis. Sukabumi : adamssein media
Harlana, A. 2008. Tumbuhan obat dan khasiatnya seri 2. Jakarta : penebar swadaya
Syarif, P., Suryotomo, B., dan Soeprapto, H. 2015. Diskripsi dan manfaat tanaman obat di pedesaan sebagai upaya pemberdayaan apotik hidup (studi kasus di kecaamtan wonokerto). Pena jurnal ilmu,13. Retrieved from http://jurnal.unikal..ac.id/index.php/pena/article/view/49
Tjahjani, S., Fenny, dan Felicia Onggirawan. 2003. Efek ekstrak etanol kayu manis (Cinamommum Burmannii) tehadap penurunan kadar glukosa darah, 47-52
Qodir hadi, A., dan Napitupulu, RM. 2011. 10 Tanaman investasi pendulang rupiah. Jakarta : penebar swadaya